Jenderal Andika Perkasa akan menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada November 2021.
Presiden Joko Widodo akhirnya memilih Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI. Jokowi suadah mengirimkan Surat Presiden tentang nama calon Panglima TNI ke DPR sebelum menghadiri KTT G20. Surat diserahkan Sekretariat Negara (Setneg) kepada Ketua DPR RI, Rabu 3 November 2021.
Kepastian ini diperkuat oleh pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rayat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani. Puan menyebut Presiden Jokkowi memilih nama tungal calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI).
Jenderal Andika Perkasa akan menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun pada November 2021.
Andika ramai dibicarakan dan digadang-gadang bakal menjadi pengganti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Jenderal bintang empat berusia 56 tahun itu dikenal dekat dengan Jokowi.
Andika Perkasa lahir di Bandung pada 21 Desember 1964. Dia lulusan Akademi Militer 1987. Setelah lulus dari akademi militer, Andika ditugaskan di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Andika berhasil menjadi anggota elite di tubuh Kopassus yang dikenal dengan Detasemen 81/Kopassus, atau Sat-81/Penanggulangan Teror.
Andika lebih banyak bertugas di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Sepanjang kariernya. Ia pernah bertugas di Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD serta menjadi sekretaris pribadi Kepala Staf Umum TNI. Andika pernah menjadi Komandan Rindam Jaya hingga Danrem 023/Kawal Samudera, Sibolga, Sumatera Utara.
Andika pernah menduduki jabatan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Setelah menjadi Danpaspampres, Andika mendapat kepercayaan menduduki posisi Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura pada 2016.
Dua tahun kemudian, Andika resmi menyegel pangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI saat menjabat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklatad), hingga dilantik menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad).
Hanya empat bulan menjabat Pangkostrad, Andika mencapai puncak jabatan di jajaran TNI Angkatan Darat, saat dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) pada 22 November 2018.
Jenderal Andika Perkasa selain dikenal dengan Jenderal hebat di bidang militer, ia juga berpendidikan tinggi. Jenderal Andika meraih gelar master dari Universitas Harvard. Ia menyabet gelar doktoral dari Universitas George Washington AS. (antara, tempo)




