Gelombang serangan tersebut melibatkan pengerahan puluhan rudal dan drone jarak jauh.
Irak, Suarathailand- Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengatakan telah melakukan 27 operasi terpisah terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh Irak dan wilayah sekitarnya dalam kurun waktu 24 jam.
Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis melalui saluran resmi, kelompok payung faksi perlawanan melaporkan bahwa gelombang serangan tersebut melibatkan pengerahan puluhan rudal dan drone jarak jauh.
Kelompok tersebut menggambarkan operasi tersebut sebagai respons langsung terhadap kehadiran pasukan pendudukan di Asia Barat.
Serangan terbaru terjadi pada Kamis pagi, ketika kelompok tersebut dilaporkan menggunakan pesawat tanpa awak (UAV) untuk menyerang "target vital" di Yordania.
Tak lama kemudian, serangan drone terpisah diklaim terhadap target serupa di Duhok, yang terletak di wilayah Kurdistan di Irak utara.



