Badan intelijen mencurigai para perampok tersebut tergabung dalam kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Masanusi Luabanah, 47 tahun.
Kelompok bersenjata berpakaian seperti penjaga paramiliter dengan wajah tertutup menyerbu empat unit perlindungan desa di Yala pada Selasa malam dan kabur dengan membawa beberapa senapan dan pistol.
Penyerangan dan perampokan di tiga distrik di perbatasan selatan provinsi tersebut membuat Panglima TNI Angkatan Darat ke-4, Letjen Santi Sakuntanak, memerintahkan pengetatan keamanan di provinsi tersebut. Dia juga menginstruksikan bawahannya untuk bekerja sama dengan polisi untuk mencoba menemukan para perampok.
Tentara selatan melaporkan pada hari Rabu bahwa insiden pertama terjadi pada pukul 20.30 malam sebelumnya, ketika sekitar 10 pria bersenjata menggerebek pos keamanan desa Moo 7 di Tambon Krong Pinang di distrik Krong Pinang di Yala.
Di sini mereka kabur dengan membawa senapan Angkatan Darat dan dua pistol milik dua petugas keamanan di desa tersebut.
Sekitar satu jam kemudian, sekitar delapan pria bersenjatakan senapan serbu menggerebek pondok keamanan di desa Moo 9 di Tambon Yaha, distrik Yaha pada pukul 21.30 dan kabur dengan membawa dua senapan tentara dan sebuah pistol milik seorang penjaga keamanan di desa tersebut.
Kemudian sekitar pukul 22.30, 17 pria bersenjata lainnya menggerebek rumah kepala desa Moo 2 di Tambon Lammai, distrik Muang dan kabur dengan membawa senapan yang ditugaskan oleh Angkatan Darat.
Sekitar 15 menit kemudian, 10 tersangka pemberontak menyerbu unit pertahanan desa Moo 6 di Muang Lamai, namun gagal mendapatkan senjata apa pun karena relawan keamanan berhasil mengusir mereka dengan tembakan.
Sumber dari badan intelijen Angkatan Darat mengungkapkan penggerebekan tersebut mungkin dilakukan untuk membalas pihak berwenang yang melakukan tindakan keras dan menangkap beberapa tersangka pemberontakan untuk diinterogasi.
Badan intelijen mencurigai para perampok tersebut tergabung dalam kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Masanusi Luabanah, 47 tahun. Sumber tersebut mengatakan pihak berwenang telah menerima informasi bahwa kelompok tersebut berencana meningkatkan serangan terhadap pihak berwenang bulan ini.




