Kasus Ebola di Kongo Sudah 3 Ribu dengan 1.354 Kematian, Oxford Bikin Vaksin


Xinhua melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo mencapai 3.000.

Wabah Ebola mencapai 3.075 kasus terkonfirmasi, termasuk 1.354 kematian dan 556 orang pulih, sementara 755 pasien lainnya masih dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi, demikian menurut Otoritas kesehatan RD Kongo.

Dilaporkan pula bahwa wabah Ebola melanda lima provinsi, yaitu Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo.

PM Kongo Judith Suminwa Tuluka pada Jumat (24/7) menyebutkan para peneliti sedang bekerja untuk mengembangkan pengobatan dan vaksin guna melawan virus Ebola Bundibugyo (Bundibugyo ebolavirus), galur virus yang menjadi penyebab wabah di RD Kongo saat ini.

Tuluka menyampaikan harapan bahwa vaksin dan pengobatan dapat tersedia dalam waktu dua hingga empat bulan. Ia juga menuturkan pemerintah telah menyediakan pendanaan untuk penelitian, meski tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tahap pengembangan atau proses persetujuan yang diharapkan.

Saat ini belum ada vaksin yang disetujui atau pengobatan berizin khusus untuk virus Ebola Bundibugyo. Namun, beberapa vaksin dan terapi eksperimental sedang menjalani evaluasi klinis.

Universitas Oxford mengumumkan pada Jumat bahwa relawan pertama telah divaksinasi dalam uji klinis pertama pada manusia di dunia untuk vaksin ChAdOx1 BDBV, yang dirancang untuk melindungi dari virus Ebola Bundibugyo.

Share: