Kasus Covid-19 Melonjak, Thailand Tambah Ranjang ICU RS

Thailand memiliki kebijakan untuk merawat siapa pun yang dites positif COVID-19, bahkan mereka yang tidak memiliki gejala.

Thailand menambah tempat tidur ICU rumah sakit setelah melaporkan rekor kasus baru harian COVID-19.

Thailand perlu menambahkan lebih banyak tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit untuk mengatasi membeludaknya pasien COVID-19, kata seorang pejabat Thailand.

Berdasarkan tingkat harian 1.500 kasus baru, Thailand hanya akan memiliki tempat tidur ICU yang cukup untuk sekitar satu minggu lagi di Bangkok dan hanya di bawah tiga minggu secara nasional, kata Taweesin Wisanuyothin, juru bicara satuan tugas COVID-19 pemerintah.

"Akan ada dampaknya. Kami tidak tahu bagaimana itu akan berakhir, tapi kami menilai situasi di bawah skenario terburuk," kata Taweesin kepada wartawan.

"Memiliki tempat tidur ICU untuk bertahan satu minggu tidak cukup. Kita harus menambahkan lebih banyak."

Peringatan datang setelah Thailand melaporkan 2.070 kasus virus korona baru pada hari Jumat (23/4), jumlah kasus harian tertinggi sejak awal pandemi.

Taweesin mengatakan kementerian kesehatan dan pemerintah daerah Bangkok sedang berupaya menambah lebih banyak tempat tidur ICU, di atas sekitar 1.000 tempat tidur yang sudah tersedia.

Thailand memiliki kebijakan untuk merawat siapa pun yang dites positif COVID-19, bahkan mereka yang tidak memiliki gejala.

Untuk menghindari banyaknya pasien di rumah sakit, pihak berwenang pekan lalu menyiapkan lebih dari 20.000 tempat tidur di rumah sakit lapangan dan hotel disiapkan untuk pasien isolasi Covid-19.

Share: