Kamboja Benarkan Thailand Bebaskan 18 Tentara Kamboja Berdasarkan Kesepakatan

Kamboja mengatakan Thailand telah mengembalikan 18 tentara Kamboja yang ditahan selama 155 hari berdasarkan Deklarasi Bersama Kuala Lumpur, dan ASEAN dan ICRC mengamati penyerahan tersebut.


Kamboja, Suarathailand- Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan otoritas Thailand telah menyerahkan kembali 18 tentara Kamboja ke Kamboja, dan menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari perjanjian perdamaian yang tercantum dalam Deklarasi Bersama Kuala Lumpur.

Khmer Times melaporkanpenyerahan tersebut terjadi di pos pemeriksaan perbatasan internasional Phrom di provinsi Pailin, dengan para tentara kembali ke rumah setelah ditahan oleh otoritas Thailand selama 155 hari.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal Mali Socheata, mengatakan pembebasan tersebut mencerminkan semangat Deklarasi Bersama Kuala Lumpur tentang perjanjian perdamaian Kamboja-Thailand, yang ditandatangani pada 26 Oktober 2025 oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand.

Ia mengatakan kesepakatan itu dicapai di bawah pengawasan para pemimpin global, termasuk Presiden AS Donald J. Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Proses penyerahan juga dipantau oleh Tim Pengamat ASEAN dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), katanya.

Mali menambahkan  Kamboja tetap berkomitmen tidak meninggalkan satu pun tentara Kamboja, menggunakan jalur diplomatik dan hukum humaniter internasional untuk membawa pasukan kembali ke keluarga mereka.

Kamboja “sangat berharap” bahwa pembebasan ini akan membantu membangun kepercayaan dan keyakinan bersama. 

Ia  menambahkan Phnom Penh percaya perkembangan ini akan mendukung lingkungan yang kondusif bagi perdamaian, stabilitas, dan normalisasi penuh hubungan Thailand-Kamboja untuk kepentingan kedua negara dan kawasan.

Share: