Jokowi Sebut Putin Sepakat Buka Jalur Ekspor Gandum Ukraina

Presiden Jokowi mendukung upaya PBB reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia dan komoditas pangan Ukraina dalam rantai pasok dunia.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Rusia sepakat membuka jalur laut ekspor gandum Ukraina di tengah krisis pangan global. Jokowi menyatakan hal itu setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, 

Presiden Jokowi mendukung upaya PBB reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia dan komoditas pangan Ukraina dalam rantai pasok dunia. 

"Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia, ini sebuah berita yang baik” kata Jokowi dalam siaran pers yang dirilis situs resmi Presiden RI, Jumat (1/7/2022).

Salah satu rencana PBB adalah membuka jalur ekspor gandum Ukraina di Laut Hitam. Surat kabar Jepang, Nikkei Asia melaporkan PBB sudah berbicara dengan Ukraina dan Rusia serta Turki mengenai rencana tersebut.

Jokowi kembali menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin perang dapat segera berakhir dan rantai pasok pangan, pupuk dan energi dapat segera pulih.

“Saya ajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan semangat kerja sama. Karena hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai,” kata Jokowi.

Rusia telah memblokade Laut Hitam, mencegah ekspor Rusia untuk mencekik perekonomian negara itu. Salah satu komoditas yang tidak bisa dikirim keluar negeri adalah gandum. Putin menyalahkan Barat atas gangguan ekspor ini.

Ia berjanji untuk membuka kembali jalur pengiriman makanan setelah militer Moskow mundur dari Pulau Ular di Laut Hitam. Rusia mengatakan mereka menarik pasukan dari pulau itu untuk menunjukkan "niat baik" tapi menurut Ukraina pasukan Rusia didorong mundur oleh artileri.

Dalam pertemuannya dengan Jokowi pada Kamis (30/6) lalu Putin menegaskan Indonesia adalah salah satu mitra utama kami di kawasan Asia-Pasifik. Hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan, berkembang terus berdasarkan tradisi persahabatan, dan bantuan timbal balik yang sudah lama ada. (setpres, antara)


Share: