Jokowi Ajak G20 Bersatu, Perdamaian Kunci Pemulihan Ekonomi Dunia

"Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia."

Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia berkeinginan menyatukan seluruh anggota G20. Jokowi Ingin negara para anggota G20 tidak pecah akibat konflik.

"Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia," ujar Jokowi dalam keterangan video yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/4/2022).

Jokowi menyatakan sebagai pemegang mandat presidensi G20 pada 2022, dirinya telah berbicara dengan beberapa pemimpin negara dan Sekretaris Jenderal PBB dalam dua bulan terakhir tentang persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Bali, November mendatang.

Presiden pun mengungkapkan sering berdiskusi lewat telepon mengenai dinamika situasi global terkini, termasuk di antaranya soal perang Rusia-Ukraina. 

"Pada 7 Maret 2022, saya berkomunikasi dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Kemudian 8 Maret 2022, saya berkomunikasi dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan 16 Maret 2022, saya juga berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau," tutur Jokowi. 

"Kemudian 22 Maret 2022, dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan 31 Maret 2022 melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, serta 12 April 2022 dengan Sekjen PBB Antonio Guterres," ungkapnya. 

Selain itu, pada hari Rabu (27/4/2022) pukul 15.00 WIB, Jokowi juga berkomunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Kemudian pada Kamis (28/4/2022) presiden juga melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Portugal Marcelo de Sousa dan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Jokowi memahami bahwa G20 memiliki peran sebagai katalisator dalam pemulihan ekonomi dunia. 

Saat ini ada dua agenda besar mengenai pemulihan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina. (setpres)

Share: