Vaksin J&J jadi vaksin Covid-19 ketiga yang akan didaftarkan ke FDA Thailand.
Johnson & Johnson sedang mencari persetujuan Thailand untuk vaksin Covid-19. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (2/2), permintaan itu dikonfirmasi pejabat senior kesehatan Thailand.
Permintaan tersebut menjadikan vaksin satu dosis J&J sebagai vaksin Covid-19 ketiga yang akan didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA) setelah ada permintaan dari AztraZeneca dan Sinovac Biotech Tiongkok.
FDA Thailand memberikan persetujuan penggunaan darurat selama satu tahun untuk impor vaksin AstraZeneca.
Bulan lalu, FDA Thailand memberikan persetujuan penggunaan darurat selama satu tahun untuk impor vaksin AstraZeneca.
“J&J telah memulai proses permintaan untuk vaksinnya akhir bulan lalu, tetapi waktu persetujuan akan bergantung pada kapan perusahaan mengirimkan semua dokumen yang diperlukan,” kata Surachoke Tangwiwat, Wakil Sekretaris Jenderal FDA.
Otoritas kesehatan Thailand sebelumnya mengatakan 50.000 dosis pertama vaksin yang diimpor dari AztraZeneca dan 200.000 dosis dari Sinovac Tiongkok akan tiba pada Februari. Meskipun demikian, Surachoke mengatakan Sinovac belum menyerahkan semua dokumen yang diperlukan untuk persetujuan FDA.
"Mereka telah menyerahkan beberapa dokumen untuk kami nilai. Kami bisa melanjutkan persetujuan dalam waktu 30 hari setelah semua dokumen diserahkan,” ujarnya.
Sebaliknya, J&J tidak segera menanggapi permintaan komentar. (Reuters)




