Jepang tak bersikap tegas saat komunitas internasional mengecam aksi agresi AS ke venezuela.
Tokyo, Suarathailand- Pemerintah Jepang pada hari Selasa (6 Januari) menolak untuk memberikan penilaian hukum atas serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan presidennya, Nicolas Maduro.
Jepang "tidak dalam posisi untuk memahami fakta-fakta rinci," kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers di Tokyo.
Komentar Kihara berarti bahwa Jepang menunjukkan pertimbangan terhadap Amerika Serikat, satu-satunya sekutunya, pada saat beberapa anggota komunitas internasional berpendapat bahwa serangan tersebut melanggar Piagam PBB, yang mewajibkan penghormatan terhadap kedaulatan.
Kihara mengatakan bahwa secara umum, "prinsip-prinsip di bawah hukum internasional, termasuk Piagam PBB, harus dihormati."
Namun ia menambahkan bahwa Jepang bukanlah pihak langsung dalam situasi tersebut.




