PM Takaichi menyebutnya sebagai "langkah besar" untuk meredakan konflik yang selama ini membawa ketidakpastian bagi ekonomi global.
Jepang, Suarathailand- Melalui unggahan di platform media sosial X, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memuji kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang selama berbulan-bulan.
PM Takaichi menyebutnya sebagai "langkah besar" untuk meredakan konflik yang selama ini membawa ketidakpastian bagi ekonomi global.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang, dengan nota kesepahaman (MoU) yang diperkirakan akan ditandatangani pada Jumat mendatang.
Donald Trump menyatakan kesepakatan itu akan mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur utama pasokan energi global yang praktis tertutup akibat konflik tersebut.
Kabar mengenai kesepakatan tersebut muncul saat sang Perdana Menteri Jepang itu sedang melakukan tur ke Eropa, untuk dijadwalkan menghadiri KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, mulai Senin.
Juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menyatakan dalam konferensi pers rutin bahwa Jepang berharap nota kesepahaman yang "diimplementasikan secara konsisten" akan "membantu mengurangi risiko bagi ekonomi Jepang maupun global dengan menjamin navigasi yang bebas dan aman" melalui selat tersebut.
Jepang, yang memiliki keterbatasan sumber daya alam, telah lama bergantung kepada Timur Tengah untuk sebagian besar kebutuhan minyak mentahnya.
Penutupan selat tersebut memaksa pemerintah Jepang untuk mendiversifikasi pengadaan dari negara-negara lain.
Takaichi pada Kamis lalu menyatakan bahwa Jepang telah berhasil menemukan sumber alternatif untuk pasokan bulan Juli dengan volume yang setara seperti tahun sebelumnya.




