Presiden Iran menyalahkan blokade militer AS atas situasi tersebut tetapi menyatakan Teheran akan siap untuk upaya diplomatik jika Washington mengubah perilakunya.
Jepang, Suarathailand- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menjamin jalur aman bagi semua kapal, termasuk kapal-kapal dari Asia, melalui Selat Hormuz.

Permohonan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon setelah keberhasilan transit kapal tanker minyak mentah Jepang melalui jalur air tersebut, yang digambarkan berada di bawah blokade efektif.
Takaichi juga menyatakan harapan untuk segera kembalinya pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik regional.
Sebagai tanggapan, Presiden Iran menyalahkan blokade militer AS atas situasi tersebut tetapi menyatakan Teheran akan siap untuk upaya diplomatik jika Washington mengubah perilakunya.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah meminta Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk segera bertindak guna menjamin jalur aman melalui Selat Hormuz bagi semua kapal, termasuk kapal-kapal dari Jepang dan negara-negara Asia lainnya.
Selama percakapan telepon selama 20 menit pada hari Kamis (30 April), Takaichi menekankan perlunya jalur pelayaran minyak utama, yang sekarang secara efektif berada di bawah blokade, untuk segera dapat dilalui dengan aman.
Permohonannya menyusul keberhasilan pelayaran kapal tanker minyak mentah milik Idemitsu Tanker Co., anak perusahaan dari perusahaan grosir minyak besar Jepang, Idemitsu Kosan Co. Takaichi menggambarkan transit kapal tanker yang aman sebagai perkembangan positif dari sudut pandang perlindungan warga negara Jepang.
Panggilan telepon tersebut adalah yang kedua antara Takaichi dan Pezeshkian sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Takaichi juga menyatakan harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera kembali ke perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran mereka dan mencapai kesepakatan akhir.
Media Iran melaporkan bahwa Pezeshkian mengatakan Teheran akan siap untuk melanjutkan upaya diplomatik jika Washington mengubah perilakunya. Ia juga dilaporkan menuduh blokade perairan di sekitar pelabuhan Iran oleh militer AS sebagai tindakan pembajakan, sambil mengatakan bahwa komentar provokatif dari pejabat AS semakin memperburuk situasi regional.
Takaichi dan Pezeshkian sepakat untuk tetap berkomunikasi secara erat.




