"Hal terpenting yang akan diupayakan Israel dengan segala cara adalah menghilangkan setiap peluang perdamaian antara Iran dan Amerika," tulisnya dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu.
PBB, Suarathailand- Mohamed ElBaradei, mantan kepala badan pengawas nuklir PBB, telah memperingatkan dengan keras tentang niat penuh rezim Israel untuk menghancurkan peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
"Hal terpenting yang akan diupayakan Israel dengan segala cara adalah menghilangkan setiap peluang perdamaian antara Iran dan Amerika," tulisnya dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu.
Rezim tersebut, tambahnya, akan mencoba menggagalkan setiap kemungkinan rekonsiliasi antara negara-negara pesisir Teluk Persia dan Republik Islam dengan semangat yang sama.
Sementara itu, upaya anti-perdamaian dari pihak rezim tersebut akan "mengakibatkan marginalisasi (Tel Aviv) di kawasan tersebut dan menyoroti kebijakan pendudukan, pemukiman, dan pembersihan etnis yang dipraktikkannya, seperti yang kita lihat sekarang di Lebanon," tambah ElBaradei.
Komentar mantan kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) itu muncul setelah rezim tersebut membunuh ratusan orang di Lebanon tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan persetujuan untuk jeda dua minggu dalam serangan AS terhadap Iran.
Trump mengatakan proposal 10 poin yang diajukan oleh Republik Islam berfungsi sebagai "dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi dan kerangka kerja utama untuk pembicaraan ini."
Proposal tersebut menggarisbawahi perlunya penghentian agresi di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, dengan syarat penghentian serangan defensif Republik Islam bergantung pada penghentian kekejaman regional yang dilakukan oleh para agresor.
ElBaradei mengatakan "syarat mendasar untuk perdamaian di kawasan ini adalah Amerika Serikat harus mengendalikan amukan Israel."
Namun, ia menyesalkan bahwa Washington sama sekali tidak melakukan hal itu dalam menghadapi serangan mematikan rezim tersebut di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
"Dan hasilnya jelas bagi semua orang: Lebih banyak pembunuhan dan kehancuran!"




