Iran Sebut Perang dengan AS-Israel Bahayakan Jalur Pengiriman Pangan untuk 300 Juta Orang

Iran menyerukan kepada FAO mengutuk agresi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran dan mengingatkan para pelaku tentang konsekuensi berbahaya dari perang.


Teheran, Suarathailand- Dalam pemberitahuan peringatan kepada Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Iran mengatakan perang agresi AS-Israel terhadap negara tersebut telah membahayakan jalur pengiriman pangan. Tidak hanya untuk Iran tetapi juga untuk 300 juta orang yang tinggal di Asia Barat dan Eurasia.

Menteri Pertanian Iran Gholamreza Nouri Ghezeljeh menyampaikan peringatan tersebut dalam surat kepada Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu memperingatkan penjajah Amerika dan Israel berupaya mengganggu proses produksi dan pasokan serta jaringan distribusi hasil pertanian.

“Jaringan ini menyediakan ketahanan pangan bagi sekitar 90.000.000 warga Iran dan memenuhi sebagian kebutuhan sekitar 300.000.000 warga negara Asia Barat dan Eurasia, yang merupakan mitra ekonomi dan perdagangan Iran,” lanjut Ghezeljeh kepada kepala badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.

Gelombang agresi dan penghancuran saat ini terhadap jalan raya serta jalur transportasi maritim dan udara secara langsung menargetkan perjanjian dan traktat internasional yang “melarang sanksi dan ancaman pangan” dan akibatnya, menargetkan mata pencaharian masyarakat serta membahayakan gizi dan kesehatan jutaan keluarga, demikian peringatan menteri Iran tersebut.

Ghezeljeh juga menyerukan kepada Qu untuk mengutuk agresi militer yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam dan mengingatkan para pelaku tentang konsekuensi berbahaya dari perang mereka.

Menteri Iran itu juga menyatakan penyesalannya yang mendalam atas kebungkaman lembaga dan organisasi internasional serta standar ganda mereka terkait perang AS-Israel skala penuh.

Peringatan itu disampaikan hanya sehari setelah militer AS mengancam akan menyerang fasilitas pelabuhan sipil Iran, dengan klaim bahwa fasilitas tersebut digunakan oleh pasukan militer.

Sebagai tanggapan, Iran dengan tegas menolak klaim tersebut, memperingatkan bahwa semua pelabuhan dan pusat ekonomi di negara-negara pesisir Teluk Persia akan dianggap sebagai target yang sah bagi Iran jika AS menyerang pelabuhan Iran sebagai bagian dari agresi bersama yang sedang berlangsung dengan Israel terhadap negara tersebut.

Share: