Iran "Ngamuk", Gempur Pusat Data Amazon di Bahrain Sebagai Balasan Serangan AS

Serangan Iran ini sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin.


Teheran, Suarathailand- Sputnik melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya telah menyerang pusat data milik raksasa perdagangan AS, Amazon, di Bahrain. 

Serangan Iran ini sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin.

“IRGC telah meluncurkan beberapa rudal jelajah ke infrastruktur pusat data utama milik perusahaan AS Amazon di Bahrain, sehingga mengakibatkan kerusakan yang signifikan,” kata IRGC.

Pada Minggu (19/7), media melaporkan bahwa militer AS menyerang lokasi pembangunan PLTN di Kota Darkhovin, Iran.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki laporan tersebut.

IAEA kurang meyakini serangan tersebut menimbulkan risiko radiologis.

Teheran dan Washington pada malam 18 Juni 2026 menandatangani memorandum yang menyerukan diakhirinya konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, militer AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026.

Militer Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.


Share: