Iran Kecam Serangan Israel ke Lebanon yang Tewaskan 31 Orang

Ketidakpedulian dunia terhadap kejahatan Israel semakin mendorong rezim tersebut untuk melanjutkan tindakan kriminalnya.


Teheran, Suarathailand- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam serangan terbaru Israel di Lebanon, dengan mengatakan bahwa ketidakaktifan Dewan Keamanan PBB dalam menangani kejahatan rezim pendudukan akan mendiskreditkan badan dunia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Baghaei mengutuk keras serangan brutal rezim Israel di Lebanon selatan dan Dhahiyah selatan, yang menewaskan lebih dari 30 warga sipil, termasuk dua anak, dan melukai 149 lainnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para martir dan pemerintah serta bangsa Lebanon.

“Ketidakaktifan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanannya dalam menghadapi kejahatan dan perilaku tidak tertib rezim pendudukan akan mendiskreditkan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa dan norma-normanya secara permanen,” ia memperingatkan.

Ia menambahkan bahwa rezim Israel telah mengintensifkan kejahatan dan tindakan agresinya yang secara terang-terangan melanggar kedaulatan nasional Lebanon, integritas teritorial, dan perjanjian gencatan senjata November 2024.

Juru bicara Iran mengecam kebungkaman "memalukan" dari apa yang disebut sebagai pendukung "supremasi hukum" dan "hak asasi manusia" atas kejahatan paling keji dan pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan oleh rezim Israel.

Baghaei memperingatkan bahwa ketidakpedulian dunia terhadap kejahatan Israel semakin mendorong rezim tersebut untuk melanjutkan tindakan kriminalnya dan menimbulkan bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi perdamaian global.

Share: