Sebelumnya Trump memperingatkan AS akan bertindak jika Iran "membunuh para demonstran damai."
Teheran, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi tegas menolak segala bentuk campur tangan AS dalam urusan internal Iran.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump memperingatkan AS akan bertindak jika Iran "membunuh para demonstran damai."
Araghchi mengatakan angkatan bersenjata Iran "dalam posisi siaga dan tahu persis ke mana harus membidik" jika kedaulatannya dilanggar. Hal ini sebagia respons Trump yang menyatakan kan "datang untuk menyelamatkan demonstran".
Aksi unjuk rasa pecah di sejumlah kota di Iran sejak Minggu (28/12), dipicu oleh penurunan tajam nilai mata uang Iran, rial.
Araghchi mengatakan unjuk rasa damai merupakan hak warga Iran yang terdampak oleh volatilitas nilai tukar, tetapi dia juga mengungkapkan beberapa insiden kekerasan terpisah, termasuk serangan terhadap sebuah kantor polisi dan pelemparan bom molotov kepada petugas.
Dirinya menambahkan serangan-serangan kriminal terhadap properti publik tidak dapat ditoleransi.
Sedikitnya tiga orang tewas dan 13 personel keamanan terluka dalam bentrokan saat aksi unjuk rasa di dua provinsi di Iran dalam 24 jam terakhir, lapor media Iran pada Kamis (1/1).
Saeid Pourali, wakil gubernur bidang politik, keamanan, dan sosial Provinsi Lorestan di Iran barat, mengaitkan unjuk rasa baru-baru ini dengan keluhan ekonomi.




