Media RIA Novosti melaporkan Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan Iran akan memberikan balasan keras jika Amerika Serikat berupaya membunuh pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei.
Jalali merespons ketika ditanya apa tanggapan Iran jika AS dan Israel mencoba membunuh Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, seraya mengatakan bahwa apa yang terjadi hari ini adalah tanggapan Iran atas terbunuhnya Ali Khamenei.
"Anda sedang melihat tanggapan Iran hari ini." ujarnya
"Kami menginginkan pembalasan darah untuk pemimpin kami (Ayatollah Ali Khamenei). Rakyat marah dan menuntut pembalasan atas pertumpahan darah. Tentu saja, Amerika telah dan akan menghadapi pembalasan yang berat di masa depan," jelasnya tentang potensi reaksi tersebut, dengan mengutip contoh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang telah terbunuh.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan brutal terhadap beragam target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan, membunuh korban sipil dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Kemudian pada 8 Maret, Mojtaba Khamenei, yang belum muncul di depan umum, diangkat sebagai pengganti ayahnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi yang baru terluka tetapi kondisinya baik.
AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan pendahuluan tersebut diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan rezim di Iran.




