Bushmaster telah teruji tahan dari tembakan balistik.
Hubungan antara Indonesia dengan Australia menjadi semakin dekat saja setelah acara pertemuan 2+2 antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Menteri Pertahanan Indonesia dengan Menlu dan Menhan Australia.
Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (9/9/2021) lalu, Menhan Prabowo Subianto mengatakan adanya hibah kendaraan militer dari Australia.
Pihak Australia yang diwakili oleh Menhan Peter Dutton sepakat untuk memberikan hibar atau sumbangan berupa 15 unit Bushmaster.
Dalam konferensi pers lewat kanal Youtube MoFU Indonesia, Prabowo mengatakan ada beberapa kerja sama di bidang pertahanan yang akan dijalin Indonesia dengan Australia.
Salah satunya adalah kesepakatan bahwa Australia akan menyumbang 15 kendaraan militer lapis baja Busmashter.
"Kami juga mendiskusikan dukungan dan partisipasi Australia dalam operasi pemeliharaan perdamaian. Australia telah menyumbang kendaraan pengangkut personel Bushmaster," ucap Prabowo dikutip dari video Youtube MoFU Indonesia.
Kendaraan militer Bushmaster menjadi salah satu alutsista kebanggaan Australia selama ini.
Kendaraan taktis pengangkut personel militer tersebut diproduksi oleh Thales Group, sebuah perusahaan pembuat alutsista di Queensland, Australia.
Bushmaster, rantis militer buatan Australia ini telah teruji ketangguhannya.
Bushmaster telah digunakan oleh pasukan militer Angkatan Darat Australia, militer Angkatan Darat Inggris dan militer Selandia Baru.
Banyak misi perang yang sudah dilakoni oleh Bushmaster, termasuk perang di Afghanistan, Irak, Syria dan di Timor Timur.
Peran Bushmaster adalah sebagai kendaraan militer yang digunakan untuk mengangkut pasukan.
Melansir situs resmi Thales Group, Bushmaster dibuat pertama kali pada tahun 1997 dan terus mengalami peningkatan fitur dan perbaikan hingga sekarang.
Kendaraan militer beroda empat ini dibuat dengan bahan lapis baja yang bisa memberikan perlindungan dari peluru dan peledak.
Bushmaster telah teruji tahan dari tembakan peluru kaliber kecil dan alat peledak atau balistik.
Dengan kekuatan tersebut, Bushmaster bisa memberi perlindungan ekstra terhadap personel di dalamnya.
Bushmaster secara total bisa memuat 9 personel termasuk sopir atau driver.
Namun Thales Australia juga memiliki beberapa varian Bushmaster, antara lain:
Bushmaster untuk mengangkut pasukan, komando, patroli, pengangkutan senjata dan ada pula yang diubah menjadi ambulans.
Kendaraan militer ini memilliki bobot 11 ton dan bisa mengangkut maksimal hingga 4 ton.
Bushmaster menggunakan roda penggerak 4x4 yang membuatnya handal dalam berbagai medan dan diklaim punya kemampuan off road yang baik.
Kendaraan militer ini bisa dipacu hingga kecepatan 100 km/jam.
Dengan semua fitur dan spesifikasi yang dimiliki, tak heran Bushmaster bisa jadi andalan di berbagai misi baik misi perang atau perdamaian.
Indonesia juga tidak menutup kemungkinan bahwa akan menjalin kerja sama dengan Australia di bidang pengadaan alutsista di masa mendatang. (zj)




