Ini Beda Balap Superbike dengan MotoGP yang akan Digelar di Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika pekan depan akan menjalani debut sebagai tuan rumah ajang balap WorldSBK.

Sirkuit Mandalika akan menghadapi even besar setelah diresmikan Presiden Jokowi Jumat (12/11).

Sirkuit Mandalika pekan depan akan menjalani debut sebagai tuan rumah ajang balap WorldSBK sehingga banyak dari kita yang mulai mencari informasi soal ajang ini.

Tidak banyak yang tahu bahwa balapan di Mandalika nanti akan menjadi duel terakhir dan penentu juara dunia musim 2021 sehingga sangat ditunggu penggemar Superbike di seluruh dunia.

Ada sejumlah perbedaan mendasar antara MotoGP dan Superbike yang perlu dipahami sebelum bisa menikmati balapan di Mandalika.

Pertama, MotoGP banyak disebut sebagai “Formula-1”-nya ajang roda dua, karena pabrikan sepeda motor mengerahkan riset dan dana besar untuk membuat mesin yang superior khusus untuk balapan saja.

Sedangkan WorldSBK menggunakan sepeda motor yang dijual di pasaran dan ada ketentuan jumlah minimal sepeda motor yang diproduksi sebelum diperbolehkan ikut balapan. Namun, tentu saja sepeda motor yang dipakai balapan sudah dimodifikasi dan di-“tune up” oleh tim peserta agar kompetitif.

Kapasitas mesin untuk MotoGP dan WorldSBK sama-sama 1.000cc.

Kedua, sepeda motor MotoGP jauh lebih kencang, tetapi motor di WorldSBK lebih bertenaga. Perbandingan ini mudah dilakukan karena dua event tersebut banyak berbagi sirkuit yang sama.

Waktu tempuh per putaran untuk MotoGP lebih kencang dua detik atau lebih dibandingkan motor Superbike di sirkuit-sirkuit yang menggelar dua event tersebut.

Hal ini wajar karena MotoGP melibatkan tim riset dari pabrikan langsung untuk menggarap motor yang ringan, responsif, berakselerasi maksimal, dan stabil di tikungan. 

MotoGP menggunakan motor purwarupa atau prototype yang tidak dijual di pasaran, sehingga semua eksperimen untuk meningkatkan kinerja mesin bisa dilakukan.

Di pihak lain, WorldSBK menggunakan motor standar pasaran untuk dimodifikasi ulang dengan berbagai batasan dari panitia. Produsen besar yang mengikuti WorldSBK harus sudah memproduksi minimal 3.000 unit motor seperti yang dipakai di balapan, sedangkan batasan untuk produsen skala kecil diperingan menjadi 150 unit.

Bukan berarti pabrikan tidak terlibat di Superbike. Sejumlah produsen seperti Ducati, Kawasaki, Yamaha, Honda, dan Suzuki memiliki tim resmi di ajang ini.

Ketiga, balapan MotoGP hanya berlangsung satu kali per seri, Superbike dalam sejarahnya mengenal dua kali balapan dan sekarang malah tiga kali!

Hal ini berdampak pada sistem penilaian. Kalau di MotoGP, maksimal poin yang bisa didapat seorang pembalap di satu seri adalah 25, di Superbike bisa 62 poin.

Saat ini pembalap Yamaha Toprak Razgatlioglu unggul 30 poin atas peringkat kedua Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team) dengan hanya satu seri tersisa di Mandalika.

Kalau di MotoGP, Razgatlioglu sekarang seharusnya sudah dinobatkan juara dunia terlepas dari hasil di Mandalika nanti.

Jadi sekarang makin jelas perbedaan MotoGP dan Superbike.

Keempat, sistem kualifikasi. Keduanya menggunakan free practice dan kualifikasi untuk menentukan posisi start, tetapi di Superbike ada yang namanya Superpole Race untuk menentukan posisi di balapan ketiga. (antara, beritasatu)

Share: