Sekali terbang Rafale butuh Rp253,4 juta, Sedangkan Sukhoi Su-35 butuh Rp400 juta.
Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memastikan Indonesia resmi membatalkan pembelian pesawat Su-35 dan pilihan membeli pesawat Dassault Rafale buatan Perancis.
KASAU mengatakan pesawat Dassault Rafale nantinya akan menemani F-16A/B/C/D, Sukhoi Su-27, dan Sukhoi Su-30 yang sudah dioperasikan TNI AU.
Pesawat Sukhoi Su-35 dihargai kisaran $85Juta Dolar Amerika atau setara Rp1,2 triliun per unit. Harga itu lebih murah dibandingkan harga pesawat Rafae yang dibandrol dengan harga per unit $115 juta (Rp1,6 triliun).
Namun biaya terbang Rafale jauh lebih murah dibandingkan pesawat Sukhoi Su-35.
Rafale adalah pesawat tempur keempat termahal dunia, yang termahal adalah Lockheed Martin F-35B (USD 135,8 juta) di posisi pertama lalu, Eurofighter Typhoon (USD 124 juta) dan setelahnya pesawat F-35C (USD 117,3 juta).
Dalam sekali terbang Rafale “hanya” butuh biaya sebesar USD 16.500 (Rp253,4 juta). Sedangkan Sukhoi Su-35 butuh biaya operasional untuk sekali terbang mencapai Rp400 juta.
Secara teknis spesifikasi. Pesawat multirole buatan Perancis ini juga gahar. Dengan mesin ganda M88-2 buatan SNECMA dan jet mampu terbang dengan kecepatan 1.389 km/jam.
Dari segi persenjataan, Dassault Rafale juga dapat menggendong berbagai senjata perang. Seperti rudal Mica, Magic, Sidewinder, ASRAAM dan rudal udara-ke-udara AMRAAM, rudal udara-ke-darat Apache, AS30L, ALARM, HARM, Maverick dan PGM100 serta rudal anti-kapal Exocet/AM39, Penguin 3 dan Harpoon anti-ship missiles. (mm)




