Paket tersebut bertepatan dengan peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina.
London, Suarathailand- Inggris mengumumkan apa yang disebutnya sebagai paket sanksi terbesarnya terhadap Rusia sejak awal perang di Ukraina, termasuk perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang memasok komponen yang digunakan oleh militer Rusia.
Paket tersebut bertepatan dengan peringatan tiga tahun invasi Rusia, juga menargetkan menteri pertahanan Korea Utara No Kwang Chol atas pengerahan pasukan Korea Utara di Rusia, dan Bank Keremet yang berpusat di Kirgistan.
Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan mereka memberikan sanksi kepada produsen dan pemasok peralatan mesin, elektronik, dan barang-barang serbaguna termasuk mikroprosesor yang digunakan dalam sistem persenjataan. Perusahaan-perusahaan ini berpusat di berbagai negara ketiga termasuk negara-negara Asia Tengah, Turki, Thailand, India, dan Cina.

Di antara daftar orang Rusia kaya yang termasuk dalam sanksi tersebut adalah pengusaha miliarder Roman Trotsenko.
Pemerintah juga memberikan sanksi kepada 40 kapal lainnya yang menurut Inggris digunakan untuk membantu Rusia menghindari sanksi dengan mengangkut minyaknya.
"Setiap jalur pasokan militer yang terganggu, setiap rubel yang diblokir, dan setiap pendukung agresi Putin yang terungkap merupakan langkah menuju perdamaian yang adil dan abadi," kata menteri luar negeri Inggris David Lammy. Bangkok Post




