Setelah kedatangan 1,4 juta dosis vaksin Sinopharm pada Selasa (13/7) siang, menyusul pada malam harinya 3,4 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Covax Facility.
Total vaksin multilateral yang tiba di Indonesia kini mencapai 14.704.860 dosis.
"Dengan tibanya vaksin AstraZeneca sejumlah 3.476.400 dosis dari Covax Facility, Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 137.611.540 dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun vaksin jadi," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Selasa (13/7).
Dalam beberapa hari ke depan, Indonesia akan kembali menerima vaksin melalui skema dose-sharing, masing-masing dari Amerika Serikat melalui jalur multilateral atau Covax Facility, serta dari Jepang melalui jalur bilateral.
Retno mengungkapkan, Covax menghadapi tantangan berupa pasokan vaksin yang menyebabkan keterlambatan pengiriman vaksin, termasuk ke Indonesia.
Menurutnya, hal ini juga menjadi pembahasan dalam pertemuan kelima Covax AMC Engagement Group pada Senin (12/7).
"Di tengah semua tantangan tersebut, Covax terus bekerja keras agar pasokan vaksin bagi semua negara, terutama negera berkembang, dapat terus ditingkatkan," kata Retno.
Pasokan vaksin diharapkan menjadi lebih baik mulai September mendatang. Pasalnya, kenaikan pasokan dari Covax Facility juga dimungkinkan melalui kerja sama GAVI dengan Sinovac dan Sinopharm, seiring izin Emergency Use Listing (EUL) dari WHO.
Dia memperkirakan perlu tambahan sekitar 350 juta dosis untuk vaksinasi setidaknya 10 persen populasi di setiap negara pada September mendatang, dan sekitar 11 miliar dosis untuk vaksinasi 70 persen populasi dunia pada pertengahan 2022.
Retno mengakui, tantangan itu tidak kecil. Namun dia optimis, kerja sama antar berbagai pihak akan dapat mengatasi tantangan bersama tersebut. Di sisi lain, dia menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja keras mengamankan kebutuhan vaksin untuk Indonesia.
"Terus patuhi protokol kesehatan dan batasi mobilitas. Melalui ikhtiar, kerja keras, kedisiplinan, dan persatuan seluruh elemen bangsa kita akan segera dapat keluar dari pandemi ini," ujar Retno. (cnnindo)




