Indonesia Hindari Tarif Trump dengan Kesepakatan Keuangan dan Investasi

Utusan dari Indonesia berencana ke AS untuk bertemu perwakilan perdagangan AS pada 16-23 April.


Jakarta, Suarathailand- Indonesia akan berusaha mencapai kesepakatan perdagangan, investasi, dan sektor keuangan dalam pembicaraan selama seminggu di Washington. Langkah ini bertujuan mencegah atau mengurangi tarif dari AS.

Sebuah tim menteri bermaksud mengusulkan investasi Indonesia dalam teknologi informasi dan sektor minyak dan gas di AS, dan menutup kesenjangan perdagangan multimiliar dolar negara itu dengan ekonomi terbesar di dunia dengan membeli lebih banyak barang Amerika.

“Ada tarif dan non-tarif yang akan menjadi bagian dari negosiasi kami,” kata Airlangga Hartarto, menteri koordinator ekonomi yang memimpin delegasi tersebut. Ia mengatakan tim dari Indonesia, yang ia gambarkan sebagai “salah satu negara pertama” yang mengadakan pembicaraan di Washington, berencana untuk bertemu pada 16-23 April dengan perwakilan perdagangan AS, menteri keuangan, menteri perdagangan, dan menteri luar negeri untuk merundingkan tarif.

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini merupakan salah satu negara yang paling terpukul secara global oleh tarif yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump. Indonesia menghadapi prospek pengenaan tarif sebesar 32% atas berbagai barang mulai dari minyak kelapa sawit hingga pakaian dan alas kaki. Negara yang kaya sumber daya alam ini tahun lalu memiliki surplus sekitar 8 miliar dolar AS dalam perdagangan dengan AS.

Hartarto berbicara setelah para pejabat berkumpul selama beberapa jam pada hari Senin untuk membahas strategi untuk mencapai persyaratan yang lebih baik dengan AS bahkan di luar perdagangan. 

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan daftar komoditas yang dapat diimpor dalam jumlah yang lebih besar dari AS dan tawaran investasi untuk perusahaan-perusahaan AS. Ia menambahkan bahwa beberapa perusahaan Indonesia juga berupaya menawarkan investasi di AS sebagai bagian dari negosiasi.

Hartarto mengatakan salah satu topik yang dibahas termasuk peraturan yang mengharuskan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendapatkan sumber lokal dari sebagian konten barang mereka yang dijual di dalam negeri, yang telah lama menjadi titik perdebatan dengan investor asing seperti Apple Inc. Presiden Prabowo Subianto minggu lalu mengatakan peraturan tersebut perlu dilonggarkan untuk membuat Indonesia lebih kompetitif.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Energi, Keuangan, dan Badan Usaha Milik Negara, serta pejabat investasi dan Badan Pengawas Jasa Keuangan.

Pihak lain yang terlibat dalam perjalanan ke AS tersebut antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Mari Pangestu, mantan menteri perdagangan dan saat ini menjadi anggota badan penasihat Dewan Ekonomi Nasional Indonesia.

Share: