Indonesia: G20 Komitmen Atasi Persoalan Utang Negara Miskin

Indonesia juga mendorong agar negara miskin tersebut mendapat kepastian penyelesaian utang.


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertemuan menteri keuangan dan bank sentral atau Finance Ministers anad Central Bank Governors (FMCBG) G20 menghasilkan sejumlah komitmen. 

Salah satu komitmen yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut mengenai penanganan utang di negara miskin.

"Kita juga membahas berkaitan dengan kerangka kerja bersama untuk isu utang di negara berpenghasilan rendah. Dan dalam kerangka kerja ini bagaimana kreditur dan pengutang ini bisa duduk bersama untuk membuat negosiasi masalah untuk dan melakukan restrukturisasi," kata Sri Mulyani saat konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7).

Menkeu melanjutkan, G20 mendorong penanganan utang bagi negara miskin secara efektif dan efisien. Selain itu, ia juga mendorong agar negara miskin tersebut mendapat kepastian penyelesaian utang.

"Jangan sampai kondisinya lebih memburuk atau membuat rambatan ke negara lain. G20 memberikan urgensi semua pihak untuk menghasilkan mekanisme masalah utang ini yang sekarang dihadapi banyak negara," jelasnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa G20 menghasilkan komitmen untuk mengatasi persoalan ekonomi imbas perang, termasuk mengenai inflasi dan kebijakan moneter di negara maju.

"Kita bisa fokus ke inflasi yang bisa menimbulkan efek rambatan untuk masalah utang, kita diskusi bersama bagaimana membuat mekanisme dan diskusi dalam situasi ekonomi global saat ini," katanya. (antara)



Share: