Jika pembelian ini dilakukan, Jakarta akan menjadi operator asing terbesar dari pesawat tempur Prancis tersebut.
Sebanyak 36 unit jet tempur Dessault Rafale dari Prancis menjadi incaran Indonesia untuk memperkuat pertahanan TNI AU.
Rencana pembelian jet tempur Dessault Rafale dari Prancis oleh Indonesia rupanya juga sampai ke telinga sejumlah negara eropa.
Salah satu yang mendengar kabar pembelian 36 unit jet tempur Dessault Rafale dari Prancis oleh Indonesia untuk TNI AU adalah negeri Ceko.
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Czdjournal yang menyebut Indonesia berambisi untuk memboyong jet tempur Dessault Rafale dari Prancis dalam waktu dekat.
"Indonesia ingin memodernisasi ke segala arah, dan rencana tersebut membayangkan investasi besar-besaran sebesar $125 miliar di sektor militer individu pada pertengahan dekade keempat.
Rencana ini merupakan indikator ambisi khusus Indonesia di kawasan ini dan kekhawatiran yang berkembang terhadap keamanan nasional.
Beberapa akuisisi yang direncanakan dan diselesaikan menunjukkan bahwa Jakarta semakin mencari pembelian strategis Eropa.
Menurut berbagai sumber, Indonesia hampir saja membeli 36 pesawat Dassault Rafale Prancis, misalnya.
Jika pembelian ini dilakukan, Jakarta akan menjadi operator asing terbesar dari pesawat tempur Prancis tersebut," tulis Czdjournal dalam artikel terbitannya pada 26 Juli 2021.
Sebelumnya, tersiar kabar jika Indonesia-Prancis meneken pernyataan pendapat pertahanan.
Prancis dalam pernyataan itu menjelaskan mereka akan menyuplai Indonesia dengan berbagai mesin perang terkini.
Tak tanggung-tanggung, Indonesia akan membeli empat jenis alutsista, yakni kapal selam Scorpene, MBDA Missile, jet tempur Rafale dan fregat La Fayette.
Terkhusus untuk lini jet tempur, pilihan Indonesia kepada Rafale masuk akal lantaran jet tempur ini sudah kenyang pengalaman perang.
Dikutip zonajakarta.com dari dassault-aviation.com, Kamis (21/1/2021) secara umum, jet tempur besutan Dassault Aviation ini merupakan yang tercanggih di Eropa.
Saingannya hanya tiga di benua Biru, yakni Gripen NG, Su-35, dan Eurofighter Typhoon.
Namun diantara ketiganya Rafale punya kelebihan dalam satu hal, yakni ia sudah Battle Proven alias teruji dalam pertempuran.
Jet tempur Rafale dilengkapi radar AESA mampu membawa smart bom GBU-12 Paveway II dijadikan penempur garis depan untuk melakukan misi Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD) melalap pertahanan udara Libya.
Hasilnya tanpa mengirimkan pasukan darat, penggulingan Khaddafi sukses bagi Sekutu karena pusat-pusat komando Libya berhasil dilumpuhkan berkat aksi Rafale mengobrak-abrik pertahanan Tripoli.
Bukan hanya itu, Rafale juga sudah melalang buana membom posisi ISIS, Al Qaeda hingga Taliban.
Sebagai jet tempur garis depan NATO inilah Rafale memang cocok untuk Indonesia.




