Perancis-Indonesia juga sepakat bekerja sama mengenai pasukan pemelihara perdamaian dan pemberantasan terorisme.
Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian mengunjungi Kementerian Pertahanan Indonesia pada hari ini.
Menlu bertemu dengan Menhan Prabowo Prabowo membahas tindak lanjut kemitraan strategis antara Indonesia dan Perancis di sektor pertahanan yang telah ditandatangani pada Juni 2021 di Perancis.
Kementerian Pertahanan menjelaskan kerja sama kedua negara mencakup berbagai bidang, seperti intelijen, pelatihan dan pendidikan militer, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta industri pertahanan.
Perancis-Indonesia juga sepakat bekerja sama mengenai pasukan pemelihara perdamaian, pemberantasan terorisme serta pengembangan dan penelitian industri pertahanan termasuk produksi bersama.
Pada kesempatan lain, Wakil Menteri Pertahanan Letjen M Herindra menerima kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod. Ia berharap kunjungan Menlu Denmark dapat mempererat serta meningkatkan hubungan bilateral pertahanan kedua negara.
Denmark dan Indonesia sudah menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Ada beberapa kerja sama pertahanan yang dijalin diantaranya Plan of Action (POA) 2017-2020 melalui 3rd Bilateral Forum Indonesia-Denmark di bawah Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Kemudian kerja sama bidang industri pertahanan serta penandatanganan kontrak dengan pemerintah Indonesia untuk Electronic Support Measures (ESM) 6 Kapal TNI AL pada Agustus 2021.




