Houthi Serang Kapal Saudi di Laut Merah, Harga Minyak Brent Tembus USD100/Barel

Kekhawatiran tentang pasokan minyak global kembali muncul setelah kelompok Houthi di Yaman menargetkan kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah, mengancam untuk memutus jalur vital bagi ekspor minyak Arab Saudi.


Yaman, Suarathailand- CNN melaporkan harga minyak mentah telah menembus angka USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, di tengah konflik yang meluas di Timur Tengah yang mengancam akan semakin memperketat pasokan global.

Minyak mentah Brent yang merupakan patokan harga minyak dunia, melonjak lebih dari 6% pada Kamis, 23 Juli dan sempat menyentuh level 100,14 dolar AS per barel sebelum sedikit terkoreksi.

Sementara itu, West Texas Intermediate, yang berfungsi sebagai patokan harga minyak AS, naik hampir 5% menjadi $90,98 per barel.

Kekhawatiran tentang pasokan minyak global kembali muncul setelah kelompok Houthi di Yaman menargetkan kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah, mengancam untuk memutus jalur vital bagi ekspor minyak Arab Saudi.

Menurut analis, kerajaan tersebut telah mengirimkan sekitar 4 juta hingga 5 juta barel minyak melalui Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb, sebagai alternatif dari Selat Hormuz. Jalur penting bagi pasar minyak global ini kini terancam, menyusul klaim kelompok Houthi bahwa mereka telah menyerang dua kapal tanker Arab Saudi pada hari Kamis.

Harga minyak mentah Brent telah melonjak sekitar $27 per barel bulan ini, peningkatan lebih dari sepertiga nilainya. Menurut data FactSet, terakhir kali harga minyak ditutup di atas level $100 adalah pada 22 Mei.

Share: