Hilton Kathmandu, simbol kemajuan pasca-gempa, telah hancur dalam aksi protes, menyoroti kesenjangan sosial yang semakin dalam di Nepal dan harapan yang rapuh.
Kathmandu, Suarathailand- Hilton Kathmandu yang dulunya merupakan simbol kemajuan dan pemulihan pascagempa dahsyat Nepal, telah hancur menjadi puing-puing menyusul protes keras oleh kelompok yang menamakan diri "Gen Z" di ibu kota, Kathmandu.

Bermula dari pemblokiran media sosial minggu lalu, protes meningkat dengan cepat, mengakibatkan hilangnya nyawa yang tragis dan pengunduran diri Perdana Menteri K.P. Sharma Oli. Beberapa gedung pemerintah dibakar, termasuk properti sektor swasta, dan penjarahan terjadi di berbagai pusat perbelanjaan.
Menanggapi meningkatnya kekerasan, jam malam telah diberlakukan di Kathmandu untuk meredakan kerusuhan. Kehancuran hotel bintang lima Hilton, yang bernilai lebih dari 2,8 miliar baht, bukan hanya kerugian fisik, tetapi juga pengingat nyata akan semakin dalamnya kesenjangan sosial di negara ini.
Dibangun untuk menahan aktivitas seismik, Hilton Kathmandu dilengkapi infrastruktur tahan gempa mutakhir, termasuk dinding geser dan sistem peredam getaran. Struktur hotel dirancang untuk memberikan ketahanan terhadap gempa bumi, tetapi akhirnya dilalap api, hanya menyisakan cangkang yang terbakar.
Di dalamnya, Hilton menawarkan keramahtamahan kelas dunia, dengan lobi, ruang perjamuan, dan ruang pertemuan di lantai bawah, sementara kamar-kamar di lantai atas menawarkan pemandangan lembah dan pegunungan di sekitarnya yang menakjubkan.

Hotel ini juga memiliki lima restoran, spa, pusat kebugaran, dan fasilitas acara. Bar atap Orion merayakan warisan Nepal dengan ukiran kayu dan seni yang terinspirasi Mandala, sementara jendela atap bar memantulkan langit malam Himalaya. Para tamu menikmati kolam renang tanpa batas dan bersantap sepanjang hari dengan pemandangan panorama Kathmandu dan puncak-puncak bersalju di kejauhan.
Kehancuran hotel tersebut tidak hanya mewakili kerugian fisik yang signifikan, tetapi juga menggarisbawahi betapa rapuhnya kemajuan di negara yang bergulat dengan jurang pemisah antara harapan dan keputusasaan.
Citra hotel, yang dulunya merupakan simbol ketahanan, kini ternoda, dengan jendela-jendela yang pecah, bagian depan yang terbakar, dan kerusakan yang meluas.




