Insiden di provinsi Isfahan ini terjadi setelah jatuhnya jet tempur di provinsi Hamadan kurang dari seminggu yang lalu.
Isfahan, Suarathailand- Pusat Pelatihan Penerbangan Angkatan Darat, dalam sebuah pernyataan, mengidentifikasi tentara yang tewas sebagai Kolonel Hamed Sarvazad, pilot; dan kopilotnya, Mayor Mojtaba Kiani.
Dua orang yang bekerja di kios mereka di pasar juga dilaporkan tewas di tempat kejadian setelah helikopter jatuh dan terbakar.
Pusat militer mengatakan penyebab kecelakaan sedang diselidiki. Kepala peradilan setempat, Asadollah Jafari, mengatakan dia juga telah membuka kasus dan mengirimkan penyelidik.
Kecelakaan itu terjadi kurang dari seminggu setelah sebuah jet tempur Angkatan Udara Iran, yang dilaporkan merupakan model F-4 buatan Amerika Serikat yang sudah tua, jatuh saat misi latihan larut malam di provinsi Hamadan bagian barat.
Media pemerintah melaporkan bahwa salah satu pilot tewas, tetapi yang lainnya selamat setelah berhasil melontarkan diri. Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki, tetapi media pemerintah mengatakan kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan teknis juga.
Iran sebagian besar tidak mampu meningkatkan armada pesawatnya yang sudah tua, baik militer maupun sipil, sebagai akibat dari sanksi yang telah berlangsung selama beberapa dekade yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya.
Iran telah membeli sejumlah pesawat tempur dan pesawat latih dari Rusia, dan telah berupaya untuk membeli jet Su-35 canggih, tetapi jet tersebut belum dikirimkan oleh Moskow.
Kecelakaan helikopter terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran sebelum putaran baru pembicaraan nuklir, yang dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada hari Kamis.
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa negara itu tidak akan "tunduk" pada tekanan AS karena Washington memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.
Dalam beberapa minggu terakhir, militer AS telah mengumpulkan ratusan pesawat tempur canggih, baik di pangkalan militer maupun di dua kelompok serang kapal induk, sebagai ancaman untuk menyerang Iran jika gagal mencapai kesepakatan tentang program nuklir dan rudalnya.
Teheran telah menolak negosiasi tentang rudalnya, tetapi mengatakan kesepakatan mungkin dapat dicapai untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. /Aljazeera




