Hacker China Diduga Bobol Jaringan 10 Kementerian/Lembaga di Indonesia

Peretas asal Tiongkok diduga menembus jaringan internal 10 kementerian dan lembaga di Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Pakar IT bidang Ahli Forensik Digital, Ruby Alamsyah menyatakan, pemerintah harus melakukan mitigasi terkait dugaan ini.

Penyusupan ini disebut berkaitan dengan Mustang Panda, kelompok peretas asal Tiongkok yang biasa melakukan aktivitas mata-mata di dunia maya. Hal ini mencuat melalui laporan terbaru The Record Insikt Group. 

“Lakukan pengecekan audit secara forensik seluruh jejak digital yang ada di sistem mereka yang diduga diinformasikan media ini,” kata Rubykepada Metro TV pada Kamis (16/8).

Ruby menjelaskan kebenaran informasi dari media tersebut belum dapat dipastikan. 

Seharusnya, kelompok peneliti keamanan internet milik media internasional ini menyampaikan proof of concept (POC) di dalam IT Security Paper.
 
“POC belum pernah ditampilkan oleh media tersebut. Kalau terjadi kebocoran data, biasanya datanya dijual dan datanya ditampilkan,” jelas Ruby.
 
Ruby menerangkan, sejumlah pihak terkait yang menerima informasi melalui email dapat membuktikan kebenaran peretasan ini. Teknik para peretas disebut tergolong tidak terlalu advance seperti Advanced Persistent Threat (APT) .

“Mungkin hanya individual untuk mengakses, tapi kalau mereka hanya menyebutkan teknik malware yang umum seperti tadi. Sehingga risikonya belum terlalu tinggi,” terangnya. (medcom)

Share: