Situasi di sepanjang perbatasan Kamboja–Thailand tetap tenang untuk hari kedua berturut-turut pada Ahad, menyusul kesepakatan gencatan senjata.
Suarathailand- Militer Thailand mengkonfirmasi meredanya kekerasan di wilayah perbatasan, meskipun masih terpantau adanya pergerakan terbatas di sejumlah titik, sebut laporan media Thailand, Khaosod.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja Letjen Maly Socheata mengatakan kepada pers kondisi di garis depan tetap stabil sejak Sabtu siang, saat gencatan senjata resmi mulai berlaku, seperti dilaporkan kantor berita resmi Agence Kampuchea Presse.
Kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada Sabtu itu mengakhiri hampir 20 hari bentrokan bersenjata yang menewaskan puluhan orang dan memaksa hampir satu juta warga sipil mengungsi dari kawasan perbatasan yang disengketakan.
Kedua pihak sepakat untuk segera menghentikan seluruh aksi permusuhan dengan menggunakan jenis senjata apa pun serta berkomitmen menghindari tembakan tanpa provokasi, pergerakan pasukan, maupun manuver menuju posisi lawan.
Kamboja dan Thailand juga sepakat mempertahankan jumlah pasukan yang ada dan tidak mengirimkan bala bantuan tambahan ke wilayah perbatasan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Thailand menyatakan akan memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli, setelah gencatan senjata berjalan penuh selama 72 jam tanpa pelanggaran sebagai bagian dari kesepakatan.
Para menteri luar negeri kedua negara dijadwalkan bertemu pada Senin dalam pertemuan trilateral yang difasilitasi China di Provinsi Yunnan, China barat daya, untuk membahas langkah lanjutan pasca-gencatan senjata.
Sekitar 99 orang dilaporkan tewas selama 20 hari bentrokan sejak konflik kembali pecah pada 8 Desember, sehari setelah insiden perbatasan yang melukai dua tentara Thailand.




