Festival Songkran 2026 Buktikan Daya Tarik Kekuatan Lunak Thailand Didukung Kedubes

42 kedutaan asing di Thailand dilibatkan dalam promosikan Festival Songkran 2026.


Bangkok, Suarathailand- Songkran 2026 telah menarik perhatian global yang kuat, dengan 42 kedutaan asing membantu mempromosikan pesona budaya Thailand karena festival ini diperkirakan akan menghasilkan lebih dari 30,35 miliar baht di seluruh negeri.

Rachada Dhnadirek, wakil juru bicara pemerintah, mengatakan perayaan Songkran tahun ini telah diselenggarakan dalam skala besar, mencerminkan kekuatan Songkran Thailand sebagai tradisi warisan budaya yang diakui UNESCO.

Songkran Thailand adalah tradisi yang diakui di seluruh dunia dan mampu menyatukan orang-orang dari seluruh dunia melalui budaya, tradisi, dan kesenangan, jelasnya.

Ia mengatakan 42 kedutaan asing di Thailand, termasuk kedutaan Inggris, Swiss, Denmark, Jerman, India, Belgia, Tiongkok, Filipina, Vietnam, Australia, dan Amerika Serikat, telah bergabung dalam memproduksi konten promosi yang menyampaikan pesona Thailand melalui perspektif kreatif dan kontemporer.

Media internasional terkemuka seperti AP, Reuters, Euronews, dan Xinhua juga banyak melaporkan tentang keramaian besar yang berpartisipasi dalam perayaan air di lokasi-lokasi penting, termasuk Khao San Road di Bangkok, yang menggambarkan Songkran sebagai salah satu festival terbesar dan paling meriah di dunia.

Liputan tersebut tidak hanya mencerminkan suasana meriah, tetapi juga perpaduan budaya tradisional dan perayaan modern. Newswire, sebuah media Amerika Utara, juga memuji festival Songkran Thailand sebagai "festival air dunia", menggarisbawahi perannya yang semakin penting dalam mendorong ekonomi dan pariwisata negara tersebut.

Rachada menambahkan bahwa langkah-langkah keselamatan Thailand juga telah disorot secara internasional, termasuk upaya untuk mengatur perilaku yang tepat, mencegah kecelakaan, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat dan wisatawan.

The Straits Times, misalnya, melaporkan tentang "10 aturan" Thailand untuk bermain air dengan aman, termasuk larangan pelecehan seksual, penggunaan bedak tanpa persetujuan, dan penggunaan pistol air bertekanan tinggi, yang mencerminkan manajemen acara berstandar internasional.

Sementara itu, Otoritas Pariwisata Thailand memproyeksikan bahwa pariwisata secara keseluruhan selama periode liburan Songkran dari tanggal 11 hingga 15 April akan menghasilkan pendapatan lebih dari 30,35 miliar baht.

Dari total tersebut, sekitar 500.000 wisatawan asing diperkirakan akan menyumbang sekitar 8,1 miliar baht, naik 6% dari periode yang sama tahun lalu.

Rachada mengatakan pemerintah tetap berkomitmen untuk mempromosikan warisan kearifan budaya Thailand sambil memposisikan Songkran sebagai alat untuk menciptakan peluang ekonomi dan sosial.

Tujuannya, tambahnya, adalah untuk menyebarkan peluang tersebut ke setiap wilayah dan memperkuat daya saing Thailand di panggung global.

Share: