IRGC mengatakan operasi militer hukuman terhadap AS akan terus berlanjut.
Teheran, Suarathailand- Farsnews melaporkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menargetkan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain, menghancurkan tiga hanggar penyimpanan amunisi dan peralatan di sebuah pangkalan di Kuwait dan menyebabkan kerusakan berat pada menara pengawas Armada Kelima AS di Bahrain.
IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa gelombang ke-27 operasi militer Nasr-2 termasuk serangan terhadap tiga hanggar penyimpanan amunisi dan peralatan di pangkalan AS di Udairi, Kuwait, membakar fasilitas tersebut dan menghancurkannya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa IRGC secara bersamaan menyerang menara pengawas Armada Kelima AS di Bahrain, menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas tersebut.
Operasi tersebut terjadi ketika militer AS melanjutkan serangan udaranya terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut, menargetkan situs sipil dalam kejahatan perang yang terang-terangan.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target strategis Amerika di seluruh Asia Barat.
IRGC mengatakan operasi militer hukuman terhadap AS akan terus berlanjut.




