“Iran telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan tunduk pada intimidasi AS dan dalam keadaan apa pun tidak akan menanggapi bahasa kekerasan, tekanan, dan ancaman.”
Teheran, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi menekankan Teheran tidak akan pernah tunduk pada intimidasi Washington atau menanggapi bahasa kekerasan, tekanan, dan ancaman.
Masalah antara Iran dan Amerika Serikat bukanlah kurangnya saluran mediasi, tetapi kebijakan Washington yang didasarkan pada "intimidasi dan paksaan," kata Araqchi kepada wartawan pada hari Jumat.
“Iran telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan tunduk pada intimidasi AS dan dalam keadaan apa pun tidak akan menanggapi bahasa kekerasan, tekanan, dan ancaman,” tegasnya.
Komentar tersebut muncul ketika militer AS telah melakukan serangan udara di seluruh negeri selama 13 malam berturut-turut, menargetkan lokasi sipil termasuk jembatan dan pabrik desalinasi air. Serangan tersebut telah menewaskan 55 orang dan melukai lebih dari 640 lainnya.
Angkatan bersenjata Iran telah membalas serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan yang dikelola AS di negara-negara regional.
Ia menegaskan kembali komitmen Iran untuk mengejar kebijakan yang berprinsip, dengan menekankan, "Selama tujuan dan tuntutan sah rakyat Iran belum terwujud, kami tentu akan melanjutkan jalan kami."




