Komisi IV meminta Kementan jujur terkait tiga juta vaksin PMK yang sudah dipesan.
Ketua Komisi IV DPR Sudin soroti kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang tak serius mengatasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Kementan dinilai menganggap remeh penyakit tersebut.
"Karena apa, Kementerian Pertanian menganggap masalah PMK tidak serius, ternak mati tidak sampai 1 persen. Kita lihat saja nanti," kata Sudin dalam rapat dengar pendapat dengan Kementan, Senin (27/6/2022).
Sudin mengatakan, para pejabat di Kementan lebih sibuk bepergian untuk mengurus proyeknya, ketimbang nasib para petani. Padahal menurutnya, PMK dapat diantisipasi sejak awal jika tugas pengawasan oleh kementerian tersebut berjalan baik.
"Berbagai persoalan sektor pertanian seperti wabah PMK, layanan pupuk, kelangkaan cabe, bawang merah menunjukkan lemahnya kinerja pelayanan utama Kementerian Pertanian. Eselon I sudah jelas mengurus proyek-proyek, bukannya mengurus petaninya," ujar Sudin.
"Saya kecewa kalau melihat gerombolan-gerombolan itu ke sana ke sini, kapan kerjanya? Semua masalah pokok tidak muncul karena semua pelayanan wajib tidak hadir di lapangan, pengawasan, dan pelayanan kesehatan tidak berjalan dengan baik sehingga PMK mewabah dengan cepat," sambungnya.
Di samping itu, Komisi IV meminta Kementan jujur terkait tiga juta vaksin PMK yang sudah dipesan. Pasalnya, saat ini jumlah vaksin yang tersedia baru mencapai 800 ribu ton. Sementara jumlah vaksin yang telah didistribusikan sebanyak 654.100 dosis.
Sedangkan 2,2 juta sisanya belum dapat diambil karena masih menunggu penetapan anggaran yang saat ini belum selesai.
"Ini harus dijelaskan secara mendetil mengingat Kementerian Pertanian dalam berbagai kesempatan selalu menyatakan pasokan ketersediaan pangan dalam kondisi yang cukup. Jika memang ada kendala dalam pasokan, hal tersebut karena faktor alam atau faktor apa," ujar Sudin.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono bahwa kasus PMK pada hewan ternak telah tersebar di 19 provinsi dan 216 kabupaten/kota se-Indonesia. Jumlah ternak yang sakit 240.944 ekor, kemudian yang sembuh 78.626 ekor per Jumat (24/6/2022). (antara)




