Diancam akan Dicaplok AS, Denmark Tingkatkan Kehadiran Militer di Greenland

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat.


Kopenhagen, Suarathailand-  Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen mengatakan Denmark berencana untuk memperkuat kehadiran militernya di Greenland sekaligus memberikan penekanan yang lebih besar pada latihan NATO.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Denmark mengatakan Komite Kebijakan Luar Negeri parlemen akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa untuk membahas hubungan Denmark-AS dengan partisipasi Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen dan Poulsen.

"Kami akan memperkuat kehadiran militer kami di Greenland, tetapi kami juga akan memberikan penekanan yang lebih besar pada penyelenggaraan latihan dan peningkatan kehadiran NATO… Dalam hal ini, kami berdiri bersama Amerika," kata Poulsen seperti dikutip oleh stasiun televisi Denmark TV2.

Menteri pertahanan Denmark menambahkan bahwa Denmark, serta Greenland, adalah anggota NATO.

Setelah intervensi militer AS di Venezuela, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, memposting gambar di X dengan peta Greenland yang diwarnai bendera AS, dengan keterangan "SEGERA." 

Sebagai tanggapan, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, mengatakan bahwa Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaan. Nielsen menyebut gambar itu tidak menghormati.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan pentingnya strategis bagi keamanan nasional dan kehadiran NATO di Arktik. Ia juga menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.

Pulau itu merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada tahun 2009, dengan kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri.

Share: