Washington siap membantu memfasilitasi diskusi untuk mendukung perdamaian dan stabilitas antara kedua negara.
AS, Suarathailand- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Thailand dan Kamboja untuk menghentikan pertempuran saat kedua negara tetangga tersebut melanjutkan pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri bentrokan perbatasan yang mematikan selama berminggu-minggu.
Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada hari Kamis (25 Desember), Rubio mengulangi pesan Presiden Donald Trump bahwa prioritasnya adalah memulihkan ketenangan, menurut pernyataan AS.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan Rubio juga menggarisbawahi bahwa Washington siap membantu memfasilitasi diskusi untuk mendukung perdamaian dan stabilitas antara kedua negara.
Negosiasi terbaru ini menandai pembicaraan langsung pertama sejak kekerasan meletus pada 7 Desember.
Setidaknya 44 orang telah tewas, sementara lebih dari setengah juta warga sipil telah mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Krisis saat ini menyusul pertempuran sebelumnya pada bulan Juli, ketika lima hari bentrokan berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata awal yang ditengahi dengan keterlibatan Malaysia dan Amerika Serikat.




