Kotak amal diduga untuk penggalangan dana dan mendanai pengiriman anggota Jemaah Islamiah ke wilayah konflik global.
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88) menyita 771 kotak amal dalam penangkapan tiga terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah di Lampung belakangan terakhir.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad mengatakan ketiga terduga teroris yang ditangkap adalah petinggi di yayasan amal, Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).
Arsyad meminta masyarakat agar aktif melapor jika melihat dan mengetahui tindakan-tindakan yang diduga berpaham radikal. Upaya ini merupakan bagian dari langkah pencegahan.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan sebelumnya mengatakan beberapa hari terakhir Densus 88 menangkap tiga anggota jemaah Islamiyah yaitu S, DRS, dan S di Lampung.
Mereka diduga terlibat penggalangan dana untuk pengiriman anggota-anggota Jemaah Islamiah ke wilayah konflik seperti Suriah, Irak dan Afghanistan. Mereka dikirim dengan tujuan jihad global.
Ramadhan menambahkan tujuan program jihad global membangun hubungan atau silaturahmi, juga afiliasi dengan kelompok radikal di negara konflik. (antara, tempo)




