Kementerian Perdagangan China menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki landasan hukum.
Beijing, Suarathailand- Xinhua melaporkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan Kementerian Perdagangan China pada menolak keras terhadap pengumuman terbaru AS yang menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) China terlibat dalam upaya berskala industri untuk menyerap kemampuan dari model-model AI AS.
Kementerian Perdagangan China menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki landasan hukum.
"AI Tiongkok merupakan hasil dari kemandirian tingkat tinggi serta kekuatan di bidang iptek, sekaligus mendapat manfaat dari komitmen China terhadap konsultasi yang luas, kontribusi bersama, dan manfaat bersama, serta keterbukaan dan kerja sama," kata Mao Ning.
"Beijing meyakini semua pihak perlu memperkuat kerja sama serta memastikan pengembangan AI bersifat terbuka dan inklusif, serta mendorong kesejahteraan umat manusia dan menjadi kekuatan untuk kebaikan bagi semua," ujar Mao dalam sebuah konferensi pers.
Jubir Mao menyatakan harapan agar pihak AS secara sungguh-sungguh menindaklanjuti kesepahaman penting yang dicapai oleh kedua kepala negara.
"Tiongkok dan Amerika Serikat, sebagai dua negara besar di bidang AI, harus memperkuat kerja sama," katanya.




