Pabrik mobil listrik BYD di Thailand ini memiliki kapasitas produksi 150.000 kendaraan per tahun.
Pabrik mobil listrik ini diharapkan dapat menciptakan lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan.
BYD meresmikan pabrik produksi kendaraan listrik (EV) pertamanya di luar Tiongkok, yakni di Rayong, Thailand. Hal ini menandai tonggak penting dengan produksi kendaraan energi barunya yang kedelapan juta.
Fasilitas baru tersebut, yang terletak di lahan seluas 600 rai (sekitar 948.000 meter persegi) di dalam Kawasan Industri WHA di Rayong, secara resmi dibuka kemarin, 4 Juli.
Hal ini menandai ekspansi BYD ke pasar global dengan investasi yang melebihi 35 miliar baht yang mencakup sembilan proyek termasuk produksi suku cadang dan baterai. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 150.000 kendaraan per tahun.

Lini produksi barunya di Rayong dibuka tepat pada waktunya untuk memperingati produksi kendaraannya yang kedelapan juta, model kelas menengah BYD Dolphin. Unit khusus ini akan disumbangkan ke Yayasan Mae Fah Luang di bawah Perlindungan Kerajaan.
Raksasa otomotif dan teknologi Tiongkok tersebut awalnya memasuki pasar Thailand dengan model Atto 3 tingkat pemula. BYD kini berencana untuk memperluas kemampuan produksi pabrik yang baru dibangunnya untuk mencakup sebagian besar armada kendaraan listriknya dalam tahun ini.
Pembangunan pabrik Rayong difasilitasi oleh insentif dari Dewan Investasi Thailand (BOI). Pembangunan yang berlangsung selama 16 bulan ini sejalan dengan komitmen BYD terhadap efisiensi energi dan emisi karbon rendah.
Fasilitas ini dilengkapi dengan mesin otomatis, proses produksi yang ramah lingkungan, dan sistem manajemen logistik yang canggih.
Proses manufaktur mencakup empat tahap utama: pembuatan stempel, pengelasan, pengecatan, dan perakitan, yang memastikan produksi kendaraan listrik berkualitas tinggi untuk pasar Thailand. Setelah beroperasi penuh, pabrik Rayong diharapkan dapat menciptakan lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan.
Langkah strategis BYD untuk membangun pusat manufaktur di Thailand menggarisbawahi ambisinya untuk menjadi pemain kunci di pasar kendaraan listrik global, dengan memanfaatkan lokasi strategis Thailand dan kebijakan yang ramah investasi.
Dalam berita serupa, pemotongan harga BYD baru-baru ini telah memicu kemarahan yang signifikan di antara para pelanggannya yang merasa telah kehilangan sejumlah besar uang karena promosi baru tersebut.
Produsen kendaraan listrik (EV) mengumumkan diskon hingga 340.000 baht, yang menyebabkan gelombang ketidakpuasan di kalangan pengguna awal yang membeli kendaraan sebelum harga turun.




