Bom Hantam Konvoi Kendaraan Lapis Baja REVA di Bannang Sata, Yala, Satu Orang Terluka

Sejumlah penyerang yang tidak diketahui jumlahnya diduga meledakkan sebuah alat peledak yang ditanam di lokasi tersebut, menyebabkan ledakan keras.


Yala, Suarathailand- Serangan bom menghantam konvoi militer yang menggunakan kendaraan lapis baja REVA di distrik Bannang Sata, Yala, pada 8 Februari 2026, menyebabkan satu tentara terluka.

Pada pukul 16.35, pusat radio yang memantau kerusuhan di provinsi perbatasan selatan Thailand menerima laporan tentang serangan alat peledak improvisasi (IED) yang menargetkan konvoi pasukan dari unit mobilitas cepat Kompi Infanteri ke-1. Ledakan terjadi di dekat jembatan Ban Wang Hin di Moo 8, Ban Tue-ra, subdistrik Bannang Sata, distrik Bannang Sata.

Pemeriksaan awal menemukan satu prajurit terluka: Prajurit Worawut Sukchuai. Rekan-rekan prajuritnya segera membawanya ke Rumah Sakit Bannang Sata untuk perawatan awal. Pihak berwenang mengatakan kondisinya stabil.

Para pejabat mengatakan unit mobilitas cepat tersebut sedang berpatroli untuk menjaga keamanan publik di daerah tersebut ketika kendaraan tersebut mencapai jalan menuju jembatan. 

Sejumlah penyerang yang tidak diketahui jumlahnya diduga meledakkan sebuah alat peledak yang ditanam di lokasi tersebut, menyebabkan ledakan keras.

Ledakan tersebut merusak kendaraan, tetapi pihak berwenang mengatakan perlindungan lapis baja membantu mengurangi tingkat keparahan korban.

Unit militer dan polisi telah menutup area tersebut untuk memungkinkan tim penjinak bahan peledak (EOD) dan petugas forensik melakukan pemeriksaan terperinci, mengidentifikasi jenis alat yang digunakan, dan mengumpulkan bukti untuk melacak mereka yang bertanggung jawab untuk dituntut.

Share: