Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., bertemu dengan Duta Besar Republik Islam Iran, H.E. Mohammad Khosush Heikal Azad di Jakarta, Senin (21/2).
Keduanya membahas kerja sama pencegahan terorisme yang lebih intens antara Indonesia dan Iran.
Boy Rafli menjelaskan saat ini Indonesia menghadapi isu foreign terrorist fighter (FTF), penyalahgunaan narasi agama dalam aksi terorisme dan radikalisasi melalui ruang digital.
Fenomena tersebut dapat terjadi di mana saja, oleh karena itu dibutuhkan kerja sama dengan negara sahabat dalam menghadapinya. Kepala BNPT pun mendorong adanya MoU Indonesia dan Iran dalam menanggulangi terorisme.
"Ini kerja sama yang sangat strategis karena akan terus mempererat komunikasi dan melakukan pertukaran informasi, berkaitan dengan pergerakan FTF jadi bagian dari kerja sama kita," kata Kepala BNPT.
Senada dengan Kepala BNPT, Dubes Iran setuju permasalahan terorisme harus ditangani di level regional dan internasional. Menurutnya Iran dan Indonesia perlu bertukar informasi mengingat keduanya memiliki pengalaman yang baik dalam menghadapi terorisme.
Lebih dari itu, Dubes Iran juga menyambut inisiasi Kepala BNPT mengenai MoU penanggulangan terorisme. Ia optimis kerja sama ini dapat menciptakan keamanan yang berkelanjutan. (antara, bnpt)




