Pemerintah Thailand akan menyediakan internet berkecepatan tinggi untuk siswa dan sekolah.
Siswa sekolah negeri akan mendapatkan internet gratis tanpa batas untuk membantu siswa belajar daring di rumah. Hal ini terkait gelombang ketiga Covid-19 yang melanda Thailand.
Pembukaan kembali sekolah di Thailand ditunda hingga 1 Juni 2021 sambil melihat perkembangan kasus Covid-19.
Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital, Chaiwut Thanakhamanusorn dan Kementerian Pendidikan mengatakan paket internet akan didukung oleh operator seluler dan internet utama Thailand termasuk AIS, True, Dtac dan Kantor Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional.
Dia mengatakan kementerian juga akan menyediakan sebanyak mungkin broadband berkecepatan tinggi serat optik untuk membantu menyiarkan kuliah dan seminar di sekolah.
Chaiwut mengatakan pengajaran di tempat akan berlanjut di bawah ketentuan yang ketat, jika memungkinkan, bersama dengan pendidikan on-air melalui siaran TV dan peningkatan ketersediaan materi dan buku pembelajaran sesuai permintaan.
Kementerian telah meluncurkan www. ครู พร้อม. Com, sebuah platform online berjudul Kru Prom atau Guru Siap dalam Bahasa Inggris.
Portal ini menampilkan konten di bawah 6 kategori yang menampilkan kata "Ingin" mengacu pada kata-kata bahasa Inggris yang lebih benar secara tata bahasa yaitu "Ingin".
Halaman Wanna Know didedikasikan untuk para pendidik karena menampilkan e-book untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan mereka.
Siswa dan guru tidak diharuskan menggunakan platform Kru Prom yang baru, karena Kementerian Pendidikan mengatakan ini hanya alternatif bagi mereka yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut.
Demikian pula guru tidak diberi tahu bahwa mereka harus menyusun laporan melalui platform dan itu tidak akan disertakan dalam evaluasi kinerja mereka.
Kementerian juga mencatat bahwa platform dapat digunakan, bahkan saat bersekolah secara fisik, sebagai pelengkap pembelajaran siswa.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Treenuch Thienthong mengatakan ujian masuk untuk siswa Mathayom 1 dan 4 akan diadakan pada 22-23 Mei.
Siswa, guru, dan orang tua, yang berpartisipasi dalam ujian, harus mengikuti instruksi di setiap tempat pengujian, dengan semua tes diberikan antara jam 9 pagi hingga 12 siang setiap hari. (Pattayanews)




