Beijing Sebut Wapres AS 'Bodoh' dan 'Tak Sopan' Sindir 'Petani China'


Beijing, Suarathailand- Beijing mengecam Wakil Presiden AS JD Vance atas komentarnya tentang "petani Tiongkok," yang menambah dimensi pribadi pada ketegangan antara ekonomi terbesar di dunia itu tepat saat perang dagang global sedang berlangsung.

"Sungguh mengejutkan dan menyedihkan mendengar pernyataan bodoh dan tidak sopan seperti itu dari wakil presiden," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian pada hari Selasa dalam jumpa pers rutin di Beijing seperti dilaporkan Bangkok Post.

Pernyataan diplomat itu merupakan contoh langka dari Tiongkok yang secara langsung menegur seorang pemimpin tinggi AS.

Minggu lalu Vance mengeluhkan hubungan ekonomi Tiongkok-AS dalam sebuah wawancara dengan Fox News, dengan mengatakan hal itu sama saja dengan "menimbulkan utang yang sangat besar untuk membeli barang-barang yang dibuat oleh negara lain untuk kita."

Kemudian ia menambahkan: "Untuk membuatnya sedikit lebih jelas, kita meminjam uang dari petani Tiongkok untuk membeli barang-barang yang diproduksi oleh petani Tiongkok itu. Itu bukanlah resep untuk kemakmuran ekonomi."

Pengguna internet di Tiongkok telah membalas pernyataan "petani" tersebut, dengan menunjuk pada kemajuan teknologi yang telah dicapai negara mereka dalam beberapa dekade terakhir, seperti komunikasi 5G (generasi kelima) dan kereta api berkecepatan tinggi.

Mereka juga mulai menyebarkan meme yang memperlihatkan Vance dan pejabat tinggi lainnya, termasuk Presiden Donald Trump, bekerja di pabrik yang menurut pemimpin Amerika tersebut ingin ia bawa kembali ke negaranya.

Share: