Banjir Sudah Mengkhawatirkan, Thailand dan Myanmar Perkuat Kerja Sama

Thailand dan Myanmar akan memperluas daerah tangkapan air di tengah krisis banjir.

Bangkok, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiampongsa bernegosiasi dengan para pejabat Myanmar untuk menemukan solusi kolaboratif terhadap krisis banjir regional. Diskusi berfokus pada perluasan daerah tangkapan air untuk mengurangi dampak banjir.

Myanmar menghadapi banjir besar akibat badai dan air mengalir dari dataran tinggi ke Sungai Salween. Kedutaan Besar Thailand di Myanmar memfasilitasi diskusi antara lembaga-lembaga dari kedua negara untuk mengidentifikasi wilayah yang cocok untuk pengembangan daerah tangkapan air.

Situasi banjir mempengaruhi semua negara di sepanjang Sungai Mekong dengan kota perbatasan Tachileik di Myanmar mengalami banjir terburuk dalam tiga dekade. Hujan deras menyebabkan Sungai Sai meluap, diperburuk dengan adanya pembangunan di kedua tepian sungai di Thailand dan Myanmar yang menyempit dan membuat saluran air menjadi dangkal.

“Situasi banjir saat ini memerlukan solusi segera dan jangka panjang. Kami sedang bersiap untuk mengusulkan peningkatan kerja sama dalam pengelolaan air melalui kerangka Kerja Sama Mekong-Lanchang.”

Pada saat yang sama, Kedutaan Besar Tiongkok di Bangkok menanggapi laporan media di Facebook, menyangkal bahwa Tiongkok melepaskan air ke Sungai Mekong dari Bendungan Jinghong. Kedutaan menegaskan bahwa Tiongkok telah mengatur aliran air dari bendungan secara terus menerus, lapor Bangkok Post.

Postingan Facebook tersebut menyatakan “Tiongkok berkomitmen untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan negara-negara Mekong dalam mengatasi dampak kondisi cuaca ekstrem.”

Share: