2 Ribu Lebih Kasus Kerusakan Terjadi di Bangkok Akibat Gempa Myanmar

Gubernur Bangkok menerima 2.000 laporan kerusakan akibat gempa yang berpusat di Myanmar.


Bangkok, Suarathailand- Pemerintah Kota Bangkok (BMA) akan memeriksa lebih dari 700 kasus kerusakan struktural di ibu kota setelah gempa berkekuatan 7,7 skala Richter di negara tetangga Myanmar yang mengakibatkan gelombang kejut di seluruh Thailand pada hari Jumat, menurut Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt.

Gubernur mengatakan pada hari Sabtu bahwa BMA telah menerima 2.000 laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Tinjauan awal telah memprioritaskan laporan-laporan ini, dengan kasus-kasus yang paling parah diperiksa terlebih dahulu.

"Kami akan bertindak segera mulai hari ini. Sistem Traffy Fondue kami memungkinkan kami untuk menentukan koordinat GPS untuk pemeriksaan awal," kata Chadchart. "Insinyur sukarelawan akan melakukan survei tanpa harus mengunjungi setiap lokasi untuk pemeriksaan dasar."

Wakil gubernur Bangkok Wisanu Subsompon mengatakan keputusan telah dibuat dengan departemen pekerjaan umum bahwa mereka akan memeriksa bangunan-bangunan pemerintah, sementara BMA memeriksa laporan-laporan yang disampaikan oleh warga.

Lebih dari 700 kasus akan ditangani dalam sehari, dengan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, imbuhnya.

Balai Kota mengumumkan pada hari Jumat bahwa Bangkok telah dinyatakan sebagai daerah bencana setelah gempa bumi Myanmar, dengan gubernur Bangkok bertugas mengoordinasikan tanggap bencana.

Share: