“Angkatan Udara Kerajaan Thailand menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai.”
Bangkok, Suarathailand- Angkatan Udara Kerajaan Thailand memberi penghormatan kepada lima tentara yang tewas dalam bentrokan perbatasan Thailand-Kamboja, menyebut mereka sebagai pahlawan yang gugur membela kedaulatan Thailand.

Dalam pesan yang diposting di halaman Facebook resminya pada 10 Desember 2025, Angkatan Udara Kerajaan Thailand memberi penghormatan kepada para pria tersebut sebagai "lima penjaga kedaulatan negara", menjalankan tugas mereka dengan hormat dan keberanian dalam menghadapi bahaya.
Kelima prajurit yang gugur tersebut adalah:
-Sersan Mayor Kelas Satu Satawat Sujarit, seorang prajurit dari Skuadron Pengintai Kavaleri ke-6
-Prajurit Wayu Kwansua, seorang prajurit dari Batalyon Infanteri ke-27 Resimen Infanteri ke-31
-Sersan Chawakorn Dejkhuntyhod, seorang prajurit dari Batalyon Kavaleri ke-11 Resimen Kavaleri ke-4 di Benteng Adisorn di Saraburi
-Sersan Mayor Kelas Dua Jirawat Mungklang, seorang prajurit dari Batalyon Zeni ke-1, Pengawal Raja
-Prajurit Therdsak Srilachai, seorang prajurit dari Resimen Infanteri ke-23, Batalyon ke-3
“Angkatan Udara Kerajaan Thailand menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai,” demikian pernyataan tersebut.
“Kami salut atas keberanian mereka dalam membela tanah air Thailand. Kami akan teguh dalam melindungi bangsa sesuai dengan niat mereka, dan meneruskan teladan keberanian mereka agar tanah ini tetap lestari untuk generasi mendatang.”




