Angkatan Laut menegaskan pengadaan ini bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan melindungi kepentingan maritim Thailand, berprinsip transparansi dan manfaat publik.
Bangkok, Suarathailand- Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengatakan enam perusahaan telah mengajukan proposal untuk proyek pengadaan fregatnya, dengan pertimbangan detail diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu bulan.
Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, juru bicara Angkatan Laut Kerajaan Thailand, memberikan pembaruan tentang kemajuan proyek pengadaan fregat pada hari Rabu (22 April).
Sebagai bagian dari proses undangan, 11 pembangun fregat yang mampu dan berpengalaman dari beberapa negara diundang untuk mengajukan proposal. Batas waktu pengajuan telah berakhir, dan enam perusahaan telah mengajukan proposal:
Hyundai Heavy Industries Co (Korea Selatan)
Singapore Technologies Engineering Ltd (Singapura)
Askeri Fabrika ve Tersane İşletmeleri AŞ (Turki)
TAIS Gemi İnşa ve Teknoloji AŞ (Turki)
Hanwha Ocean Co (Korea Selatan)
Navantia SA (Spanyol)
Tiga perusahaan secara resmi memberitahu Angkatan Laut bahwa mereka tidak akan mengajukan proposal, sementara dua perusahaan lainnya gagal melakukannya dalam jangka waktu yang ditentukan.
Angkatan Laut menyatakan bahwa semua tahapan proses pengajuan proposal dilakukan di bawah pengawasan komite pemantauan Pakta Integritas untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi semua pihak.
Pada tahap selanjutnya, komite yang ditunjuk oleh Angkatan Laut akan melakukan peninjauan rinci terhadap setiap proposal. Penilaian akan mencakup area-area utama termasuk kualifikasi penawar, proposal teknis, proposal offset ekonomi dan industri, dan penetapan harga.
Proses peninjauan diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu bulan untuk memastikan pertimbangan yang cermat, menyeluruh, dan memberikan manfaat terbesar bagi negara.
Angkatan Laut menegaskan pengadaan ini bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan melindungi kepentingan maritim Thailand, sambil tetap berpegang pada prinsip transparansi, nilai uang, dan manfaat publik.
Ditambahkan pula bahwa proyek ini juga akan membantu mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.




