9 Orang Tewas Akibat Pesawat Jatuh di Hutan Thailand

Polisi menutup area tersebut untuk mencegah insiden lebih lanjut karena bahan bakar pesawat ditemukan bocor ke perairan di sekitarnya.


Bang Pakong, Suarathailand- Belum ditemukan korban selamat setelah sebuah pesawat kecil jatuh di hutan bakau di Bang Pakong saat dalam perjalanan dari Bandara Suvarnabhumi menuju Bandara Trat.

Pesawat Cessna Caravan C208 dengan registrasi HSSKR, yang dioperasikan oleh Thai Flying Service Co., Ltd., dengan nomor penerbangan TFT209, dilaporkan membawa lima penumpang, dua pramugari, dan dua pilot. Pesawat berangkat dari Bandara Suvarnabhumi pukul 14.46 pada hari Kamis, 22 Agustus, dengan tujuan Bandara Trat.

Tak lama kemudian, pesawat kehilangan kontak dengan Bangkok Approach pada frekuensi 122,35 MHz pukul 14.57, pada posisi 18,7 mil laut tenggara (BEARING 116/18,7 NM). Informasi kemudian muncul di media sosial bahwa pesawat itu jatuh di dekat Wat Khao Din di Distrik Bang Pakong, Provinsi Chachoengsao.

Setelah menerima laporan kecelakaan pada pukul 15.30, tim penyelamat tiba di lokasi kejadian dan menemukan puing-puing pesawat kecil itu berserakan dan tenggelam dalam lumpur, dengan bekas selip sepanjang sekitar 100 meter. Hanya sebuah koper milik seorang wanita asing dan beberapa perlengkapan bayi yang ditemukan. Tim penyelamat mulai mencari korban selamat dan jenazah korban di sekitar area tersebut.

Polisi menutup area tersebut untuk mencegah insiden lebih lanjut karena bahan bakar pesawat ditemukan bocor ke perairan di sekitarnya.

Pukul 17.00, Chonlathi Youngtrong, Gubernur Provinsi Chachoengsao, mengawasi operasi untuk mengangkat puing-puing dan mengerahkan ekskavator untuk menggali dan membersihkan jalur air di lokasi kecelakaan. Tim harus bekerja keras melawan waktu karena langit mendung dan air pasang yang mendekat sekitar pukul 20.00, yang dapat membanjiri area tersebut lebih jauh.

Pukul 19.40, ekskavator menemukan sisa-sisa jasad manusia di lokasi kecelakaan, bersama dengan berbagai barang bawaan, termasuk koper, kursi pesawat, dan dokumen penumpang. Pencarian korban yang hilang terus dilakukan, begitu pula upaya untuk menemukan kotak hitam pesawat, yang diyakini terendam di bawah reruntuhan, untuk menentukan penyebab jatuhnya pesawat.

Seorang saksi melaporkan mendengar ledakan keras sebelum pesawat jatuh ke hutan, dengan puing-puing menghantam rumah di dekatnya.

Nama sembilan orang di dalamnya adalah sebagai berikut:

Chang Jing Jing, 12 tahun

Chang Jing, 43 tahun

Tang Yu, 42 tahun

Yin Jin Fang, 45 tahun

Yin Hang, 13 tahun

Napak Jeerasiri, 35 tahun

Siriyupa Arunathit, 26 tahun

Pornsak Totap, 30 tahun, kopilot

Kapten Anucha Dejapirakchon, 61 tahun, pilot

Share: